Ekonomi Masyarakat Indonesia Itu Tidak Buruk : Side Story KP di Bank Indonesia

5:15:00 PM


Media memang suka memberitakan hal yang buruk. Karena entah kenapa pembaca dan penikmat berita lebih tertarik dengan berita yang buruk. Bad news is good news, katanya. Maka dari itu jika ada orang yang memikirkan tentang kondisi perekonomian Indonesia hanya bersumber pada pemberitaan di media, ia pasti menganggap ekonomi Indonesia sangatlah buruk. Tapi mari kita lihat dari sisi lain.

Jakarta, ibukota Republik Indonesia merupakan pusat perdagangan serta pusat pemerintahan. Hal ini membuat Jakarta sangatlah ramai dengan segala mimpi yang ada di dalamnya. Masalah pun tak bisa terelakkan. Lapangan kerja, transportasi, layanan publik dan banyak sektor lainnya selalu dituntut menjadi yang terbaik. Kalau bisa jadi standar yang paling baik di Indonesia lah.

Pun dengan halnya pusat perbelanjaan. Di Jakarta, terdapat berbagai macam pusat perbelanjaan yang menyediakan pengalaman belanja yang sangat memanjakan. Dan tentunya dengan harga yang bervariasi pula. Isinya pun bermacam-macam.

Bank Indonesia berada di tempat yang strategis di Jakarta, namanya juga Jakarta Pusat. Pusat perbelanjaan yang dekat dari sini adalah Sarinah Plaza. Hanya saja Sarinah itu rasanya tidak terlalu nyaman sebagai pusat perbelanjaan yang saya kunjungi. Jadi beberapa kali ketika memilih untuk datang ke pusat perbelanjaan yang dekat, saya ke Grand Indonesia (ditempuh naik transjakarta dalam 2 halte setelah halte Bank Indonesia). Sebuah mal yang sangat besar, dan dibagi menjadi dua West dan East.

Harga makanan maupun barang perbelanjaan yang ada disini sebagian besar tidak murah. Apalagi jika terbiasa menjadi anak kost di Bandung yang makan malamnya bisa kenyang dengan modal hanya 10 ribu (masih ada kembalian lagi). Jangan harap disini, jauh berbeda.

Walaupun begitu, beberapa kali saya ke mal ini. Pernah di weekend, pernah di weekday. Walaupun ukuran mal ini sangat besar, saya tidak merasa bahwa mal ini terlihat sepi. Entah bagaimana caranya tetap ada orang yang mengisi bagian-bagian di dalam mal ini.

Pengamatan saya yang tidak bisa dijamin kevalidannya ini membuat saya berpikir beberapa hal:
  • Daya beli masyarakat Indonesia masih tinggi. Tetap ada transaksi di sudut-sudut pusat perbelanjaan di mal yang tidak murah. Pembelian ini pun tidak dipengaruhi hari akhir pekan atau hari kerja, walaupun akhir pekan relatif terlihat lebih ramai. 
  • Pebisnis juga melihat bahwa ekonomi Indonesia masih bagus. Itu makanya tetap ada berbagai pengisi gedung mal besar. Pebisnis percaya bahwa mereka akan tetap menjadi yang diuntungkan sekalipun menyasar pasar Indonesia. 
  • Kemampuan ekonomi masyarakat Jakarta merata. Karena kayanya orang ganti-gantian pengen ke mal. Trus jadinya keliatan rame deh mal nya di tiap saat. Masa iya dengan segala kepadatan dan sibuknya orang Jakarta mereka sering ke mal? Yang sama pula. Konteksnya ini saya sedang berkunjung di masa bukan libur lebaran atau libur nasional apapun loh, jadi harusnya masih ada rutinitas kerja harian yang masih harus dipenuhi oleh masyarakat Jakarta.

Namun pengamatan itu, tentu saja tidak bisa benar-benar mengukur perekonomian Indonesia. Ini cuma salah satu cara pandang bagaimana kaum atas melakukan aktivitas perekonomian di Indonesia. Sebenarnya kondisi perekonomian Indonesia baik ga sih? 

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Tweets