Malam ini, sekarang kira-kira satu jam lewat tengah malam. Baru
saja saya menyelesaikan (atau lebih tepatnya, mengumpulkan) tugas besar suatu
mata kuliah. Tidak aneh memang untuk beberapa hari terakhir ini dengan
banyaknya deadline tugas dari program studi Informatika. Dan hari ini pula, pekan
Ujian Akhir Semester dimulai. Tidak pernah kami dibuat lupa bahkan seharipun
tentang program studi kami. Dan sudahkah saya bilang deadline tugas ini ada di
hari Minggu yang berarti hari libur?
Bagian yang mungkin paling lazim dalam life-cycle perangkat lunak adalah software construction, atau dapat diterjemahkan secara harfiah menjadi Konstruksi Perangkat Lunak. Oh ya, life-cycle itu sendiri kurang lebih berarti tahapan-tahapan fase kerja berbeda yang digunakan system engineers dan system developers untuk membuat sebuah perangkat lunak dapat digunakan. Dalam pemahaman secara umum, konstruksi mengacu pada proses membangun. Lebih jelasnya jika dianalogikan dalam proses pengembangan sebuah gedung, konstruksi adalah pekerjaan yang dilakukan oleh tukang bangunan/pekerja bangunan. Dalam perspektif perangkat lunak, konstruksi adalah kebanyakan proses coding dan debugging namun juga melibatkan detailed design, construction planning, unit testing, integration, integration testing dan aktivitas-aktivitas lain.
Ceritanya, hari ini kami udah hari ke-4 melalui kaderisasi jurusan Teknik Informatika dan Sistem dan Teknologi Informasi ITB. Kaderisasi ini seru banget men, pecah! Saya bisa ngomong kalau saya datang ke SPARTA karena memang enjoy di SPARTA.
Kenapa tiba-tiba saya mau menulis tentang hari ini? Karena tadi ka Aryya (IF '12) ngomong di kelompok kami. Katanya jangan sampai momen seseru ini bakal terlupakan. Salah satu caranya adalah dengan dokumentasi. Berhubung kami ga ada memotret kejadian apapun yang kami alami hari ini jadi dia bilang menulis aja. Bisa jadi umur tulisan kita jauh lebih panjang daripada hidup kita sendiri (lupa sih kata-kata persisnya apa).
Jadi baru aja tanggal 16 Juni 2014 saya dijuruskan di ITB. Sementara teman-teman seangkatan kami yang lain sudah mendapat jurusannya masing-masing di tahun lalu, setahun kemudian kami baru mendapat kepastian jurusan. Sekarang udah ga usah capek-capek ngejelasin sama orang yang nanya jurusan apa di ITB karena udah punya jurusan. Horee!